Postingan

Pembentukan Dan Sifat-Sifat Asam Karboksilat

Asam karboksilat atau disebut juga asam organik adalah senyawa yang mengandung dalam molekul gugus fungsi karboksil yang melekat pada radikal hidrokarbon. Mereka sebagian besar didistribusikan di alam dan merupakan zat antara dalam jalur degradasi asam amino, lemak, dan karbohidrat. Gugus karboksil terdiri dari karbonil (C = O) dengan gugus hidroksil (O – H) yang terikat pada atom karbon yang sama dan biasanya ditulis sebagai –COOH atau CO2H. Senyawa yang menyajikan dua atau lebih gugus karboksilat disebut asam dikarboksilat, asam trikarboksilat, sedangkan garam dan esternya disebut karboksilat. Dengan sifat radikal, mereka dapat diklasifikasikan menjadi asam jenuh, tidak jenuh, atau aromatik. Dalam nomenklatur Internasional Ikatan Kimia Murni dan Terapan Internasional, asam karboksilat memiliki akhiran “-oat asam” yang ditambahkan ke hidrokarbon yang memiliki jumlah atom karbon yang sama. Namun, beberapa asam organik disebut dengan nama umum mereka, misalnya, asam format dan asam aset...

MEKANISME REAKSI REDUKSI PADA BERBAGAI SENYAWA ORGANIK

Gambar
Terdapat beberapa mekanisme reaksi untuk reduksi organik,yakni : a). Transfer elektron langsung , contohnya reduksi Birch Reduksi Birch adalah reaksi organik dimana mengubah aren menjadi suatu sikloheksadiena. Nah reaksi ini dinamai ahli kimia Australia Arthur Birch. Dan dalam pengurangan organik dimana cincin nya aromatik dalam amonia cair. Dengan natrium,litium atau pun kalium dan alkohol seperti eranol dan terr-butanol. Dimana reaksi ini tidak seperti Hidrogenasi Katalik, yang mana biasanya mengurangin cincin aromatik sampai ke sikloheksana.  b). Transfer hidrida dalam reduksi semisal dengan litium alumunium hidrida ataupun penggeseran hidrida sepertipun dalam reduksi Meerwein-Ponndorf-Verley.  c). Hidrogenasi menggunakan berbagai katalis semisal Raney Nickel) ataupun reduksi spesifik (semisal dengan pengurangan Rosenmund).  d). Reaksi disproporsi seperti reaksi Cannizzaro.  =>contoh reaksi disproporsi  Di atas, sebagian dari gas klorin (Cl2) dimana b...

Mekanisme Reaksi-Reaksi Adisi Pada Aldehid dan Keton

Gambar
Aldehida sebenarnya ialah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Aldehid juga dapat ditemukan dalam beberapa vitamin, seperti vitamin B6, vitamin A, hormon, dan glukosa. Aldehida digunakan juga sebagai zat antara untuk membuat pewarna, obat-obatan, dan plastik. sementara keton, Keton memiliki tempat yang sama pentingnya dalam kehidupan kita. Molekul-molekul keton juga muncul dalam gula dan hormon, dan merupakan produk sampingan yang penting dari reaksi metabolisme. Salah satu keton yang umum digunakan untuk keperluan industri adalah aseton. Keton seperti aseton digunakan untuk membentuk lak, pernis, resin, cat, dan bahkan bahan peledak. Aldehida dan keton tergolong unik karena memiliki gugus karbonil, atau karbon yang terikat pada oksigen dengan ikatan rangkap. Aldehida memiliki karbon didalam gugus karbonil yang terikat pada oksigen, karbon lain, dan hidrogen. Sedangkan Keton memiliki karbon didalam gugus karbonil yang terikat pada oksigen, dan dua gugus carbon lainnya dan tidak ada ...

Reaksi bersaing SN2 dan E2

Gambar
           Pada Reaksi SN2 dan reaksi  E2 terdapat banyak persamaan, dimana kedua reaksi ini sama sama membutuhkan gugus pergi atau leaving group yang baik. Reaksi SN2 memerlukan nukleofil yang baik, sedangkan reaksi E2 memerlukaan basa yang baik. Tetapi pada beberapa permasalahan, nukleofil yang baik juga termasuk kedalam basa yang baik. Jadi reaksi SN2 dan E2 sering bersaing dalam reaksi yang sama. Pemenang reaksi bersaing ini ditentukan oleh derajat percabangan α atau β dan kekuatan nukleofil atau basanya. Peningkatan yang terjadi pada percabangan α dan β dan kebasaan yang kuat akan mendukung eliminasi E2. Sedangkan peningkatan nukleofilisitas mendukung reaksi SN2. Dalam suatu reaksi alkil halida,  jika nukleofilik direaksikan dengan alkil halida maka akan me nghasilkan  dua kemungkinan reaksi , yaitu reaksi substitusi dan reaksi eliminasi. Reaksi substitusi akan terjadi ketika  reagen menyerang atom karbon, sedangkan reaksi...

REAKSI BERSAING SN1 DAN E1

Gambar
          Mekanisme reaksi SN 1 adalah sebuah reaksi substitusi nukleofilik yang dalam prosesnya, penentuan laju reaksi dilakukan dengan menggunakan reaksi molekul tunggal yang umum terjadi pada alkil halida sekunder maupun alkil halida tersier. Sedangkan mekanisme reaksi E 1 adalah suatu reaksi dimana terjadi dua pemisahan substituen dalam prosesnya dari suatu molekul melewati dua tahapan. Didalam reaksi subtitusi dan eliminasi ini, terdapat sebuah reaksi bersaing diantara keduanya. Reaksi bersaing yaitu suatu reaksi yang terjadi antara alkil halida dengan nukleofil basa , yang menghasilkan suatu campuran. Reaksi bersaing antara SN 1 dan E 1 dapat terjadi dalam suasana dimana nukleofil yang terlibat bersifat lemah dan pelarut yang digunakan bersifat polar. Contohnya yaitu : Apabila nukleofil yang digunakan bersifat kuat dan pelarut nya bersifat nonpolar, maka reaksi bersaing SN 1 dan E 1 tidak akan terjadi, melainkan yang terjadi adaah reaksi...

MEKANISME REAKSI ELIMINASI E1

Gambar
  Mekanisme Reaksi E1 ini merupakan reaksi eliminasi unimolekuler.disebut unimolekuler karena Laju reaksi dipengaruhi hanya oleh konsentrasi alkil halida karena pembentukan karbokation adalah tahap paling lambat, alias tahap penentu laju. Karenanya, kinetika orde pertama berlaku (unimolekular). Mekanisme E1 mempunyai tahap awal yang sama dengan mekanisme SN1. Pada reaksi E1 terdiri dari dua langkah mekanisme yaitu ionisasi dan deprotonasi.   Yang dimaksud Ionisasi adalah putusnya ikatan hidrogen-halogen membentuk intermediet karbokation, sedangkan yang dimaksud dengan Deprotonasi adalah pelepasan sebuah proton (kation hydrogen H+) dari sebuah molekul, membentuk konjugat basa. Reaksi E1 biasanya terjadi pada alkil halida tersier, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa pada alkil halide sekunder Reaksi ini berlangsung dengan basa lemah bukan dengan basa kuat (dalam suasana asam dan suhu tinggi). Reaksi E1 mirip dengan reaksi SN1, karna sama sama menggunakan reaksi intermediet k...

REAKSI ELIMINASI E2

Gambar
Reaksi eliminasi alkil halida yang paling berguna yaitu reaksi E2 (eliminasi bimolekular), dibanding reaksi E1, reaksi E2 alkil halida cenderung dominan bila digunakan suatu basa yang kuat seperti RO- dan HO- dibandingkan E1  yang memakai basa lemah. Jadi lebih dominan dengan basa kuat,contohnya ion hidroksil ataupun alkoksida. selain itu , reaksi ini cenderung dengan kondisi temperatur/suhu yang tinggi. Secara khas, reeaksi E2 dilaksanakan dengan memanaskan alkil halida nya atau substratnya dengan kalium hidroksida, yaitu sumber basa kuat atau natrium etoksida yaitu sumber basa kuat alkoksida dalam etanol. Contoh reaksi E2 : suatu alkil halida yang simetris yaitu 2 bromopropana yang direaksiakan dengan suatu basa kuat etoksida dalam pelarut etanol, kemudian  dipanaskan. Maka terbentuk produk eliminasi, yaitu propena reaksi eliminasi yang biasa disebut reaksi pembentukan alkena. Kemudian yang lainnya adalah pembentukan etanol. Bagaimanakah mekanisme reaksi bimolekuler ? Nah un...